Usaha sablon sepi karena sering upload desain milik konsumen ke facebook

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos

Usaha sablon kaos manual – Usaha dibidang sablon kaos sepi karena sering upload desain milik konsumen ke facebook sedang jadi topik utama pembahasan diantara beberapa teman alumni kursus sablon di Margo Kaos akhir-akhir ini. Benarkah kebiasaan kita meng-upload desain milik konsumen yang diorderkan ke kita ke jejaring social ini bisa berakibat buruk kepada usaha sablon kita ? Yukkk coba kita bahas sama-sama melalui artikel ini.

usaha sablon kaos sepi orderPembahasan ini muncul pertama kali ketika salah seorang teman menceritakan bahwa dirinya atau usahanya baru saja mendapatkan komplain keras dari konsumen karena meng-upload banyak foto hasil pekerjaannya ke facebook.

Berikut sedikit kutipan apa yang dikeluhkan teman saya ini.

“Pakdhe, saya ada sedikit masalah ini, beberapa konsumen saya mengajukan keberatan atas foto-foto hasil pekerjaan saya yang saya upload di facebook. Bahkan mereka mengancam mau pindah kalau foto-foto itu tidak saya hapus dari facebook, bagaimana ya enaknya Pakdhe ?”

Demikian kurang lebih yang disampaikan seorang teman kepada saya, dan perlu dicatat juga bahwa sebetulnya kejadian ini sudah seringkali terjadi, hanya saja selama ini masalah bisa segera diselesaikan dan bisa saling memahami, berbeda dengan masalah yang satu ini, yang katanya si konsumen marahnya benar-benar memuncak he he he … karena tidak terima desain-desain sablon kaos yang diorderkannya di upload oleh si pemilik usaha sablon tempat dia order.

Dari beberapa masukan saat diskusi ada beberapa hal yang menarik untuk saya sampaikan disini, yaitu tentang latar belakang kenapa Anda atau siapapun meng-upload foto hasil pekerjaan ke jejaring social dalam hal ini facebook. Ini pendapat lo yaaa … bukan tuduhan, pendapat itu dibutuhkan untuk mencoba mengurai permasalahan ini …

  • Yang pertama adalah seseorang ingin menunjukan siapa-siapa saja yang mempercayakan order pembuatan kaos ditempatnya, baik itu dari perorangan, komunitas ataupun distro.
  • Kedua adalah Anda atau siapapun yang melakukan hal ini ingin menunjukan “seberapa hebatnya” kemampuan tekhnik sablon Anda dan ingin menunjukan kelasnya.

Dua pendapat itu banyak muncul dalam diskusi dan saya coba merangkumnya menjadi seperti yang tertulis diatas, nahhh … dari kedua pendapat itu sebetulnya ada poin utama yang bisa kita simpulkan (sementara) kenapa seseorang meng-upload foto-foto itu yaitu

Mencoba membangun kepercayaan, menunjukan kelas dan goalnya adalah promosi untuk menjaring konsumen baru.

Semoga kesimpulan saya dan teman-teman lain ini tidak salah, terlepas dari adanya pendapat bahwa hal itu dilakukan untuk “PAMER” saja agar orang tahu kalau pekerjaannya banyak dan usaha sablonnya laris, kita coba fokus saja di kesimpulan utama tadi yaitu “… goalnya adalah promosi …”. Kasus ini sebetulnya juga berguna bagi saya untuk instropeksi dan mengevaluasi diri, bahwa dulu ternyata saya juga penah melakukannya, selain itu juga jadi pembelajaran bersama tentang perlu tidaknya melakukan hal ini dan seberapa besar pengaruhnya buat usaha sablon kita.

Sekarang kita kembali ke topik utama, yaitu usaha sablon sepi karena sering upload desain milik konsumen ke facebook. Kalau dilihat secara umum, saya pribadi dan beberapa teman saat diskusi berpendapat bahwa tidak 100% penyebab usaha sablon sepi karena hal ini, tetapi jika dikatakan bahwa, sebagian pelanggan atau konsumen kaboorrr dan pindah tempat karena hal ini, itu sangat mungkin terjadi. Pada dasarnya desain itu adalah hak milik konsumen, yang seyogyanya harus kita jaga dan jika kita akan membuat 1 untuk sample atau mau meng-upload ke jejaring social untuk berbagai kepentingan maka harusnya kita ijin terlebih dahulu.

Seperti kita tahu desain-desain kaos distro itu sangat limited, eksklusif dan kadang dibuat by moment. Ada 1 contoh yang pernah seorang teman juga mengalami hal ini, mendapatkan komplain karena meng-upload desain yang dikerjakannya, padahal si pengorder berharap desain itu akan memberikan kejutan ke pelanggannya sebagai desain yang sangat limited tetapi akhirnya ada kompetitornya yang mendahului melepas desain dengan karakter sama ke pasaran.

Lebih jelasnya demikian … sekarang Anda bayangkan kalau sebuah desain yang dipersiapkan untuk dilempar ke pasar saat natal dan kemudian diorederkan ke Anda pada bulan Agustus misalnya. Selesai semua pada bulan September dan sebelum dilepas ke pasar ada kompetiternya yang mendahului menjiplak karakter desainnya karena sudah tahu desain-desainnya dari hasil upload foto Anda, kira-kira bagaimana perasaan Kita jika posisi Kita adalah pemilik clothingan atau distro itu. Mungkin ada yang OK OK saja dengan hal ini tetapi pastinya ada yang keberatan dan kecewa juga jika terjadi seperti ini.

Ada juga kasus lain yang nggak kalah menariknya, ini terjadi sekitar pertengahan tahun 2011, salah satu peserta kursus sablon kaos manual di MK mengalami booming besar beberapa waktu setelah usahanya didirikan. Strategi yang digunakan tergolong istimewa, yaitu beliau menggaet teman-teman broker dikotanya untuk membantu mencari pekerjaan atau orderan kaos. Singkat cerita suatu saat beliau teman saya ini mendapatkan order dari sebuah perusahaan besar untuk suatu event.

Dan saking senang dan bangganya mengerjakan pekerjaan itu akhirnya di uploadlah foto proses produksi desain kaos dari perusahaan besar itu. Naaaaa … disinilah dia lupa bahwa ada kepentingan pihak kedua yang harus dia pikirkan, ternyata pihak eo perusahaan pemberi order ini berteman dengan dia di jejeraing social dan tahu kalau kaos tersebut dikerjakan ditempat teman saya ini. Apa yang terjadi ? teman brokernya mendapatkan komplain dari eo perusahaan pemberi order ini, dan dianggap berbohong karena ternyata orderan itu dilempar lagi ketempat lain yaitu ketempat teman alumni MK ini … gimana coba kalau begini.

Untungnya saja masalah ini bisa terselesaikan dengan cepat dan baik-baik tidak ada yang dirugikan dan ada saling pengertian he he he … macem-macem ya kasusnya, ini baru 2 lo, masih banyak lagi cerita lainnya. Untuk menghindari perdebatan lebih lanjut he he he … sekarang kita masuk ke inti permasalahannya saja, bahwa pada dasarnya tidak semua konsumen itu “suka dan ikhlas” kalau desain-desainnya kita upload ke jejaring social dengan berbagai alasan.

Oleh karena itu, ada baiknya … sekali lagi ada baiknya … kita tidak usah melakukan hal itu, atau jika memang harus melakukan hal itu ya minimal kita harus ijin. Saya sendiri pernah melakukan kesalahan yang sama, dan jika ada komplain saya siap menghapusnya. Ada konsumen yang justru senang juga desainnya saya upload karena bisa membantu promosi dia juga, tetapi ada juga yang keberatan, mari kita sikapi secara dewasa, tidak usah panik, dan tetaplah jalin komunikasi dengan konsumen kita.

Kesimpulan dari teman-teman lainpun juga sama bahwa kalau kita mau menunjukan “kelas” kita dalam hal teknik ya ada baiknya kita gunakan desain-desain milik kita sendiri. Kemudian kalau kita mau menunjukan siapa-siapa saja yang order ke kita ya lebih baik … sekali lagi saya ulang … lebih baik kalau kita diskusikan dulu apakah ada keberatan atau tidak.

Mohon maaf kalau tulisan saya tentang usaha sablon kali ini belepotan karena saya memang bukan penulis yang baik dan tidak pernah sekolah menulis. Dan mohon maaf kalau saya belum bisa memberikan solusi terbaik untuk permasalahan teman-teman semua. Kita sama-sama lakukan evaluasi dan mencoba meihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Tetap semangat dan sukses selalu untuk teman-teman semua. Jangan lupa baca kembali tentang peluang usaha 2016 dengan modal kecil.

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Usaha sablon sepi karena sering upload desain milik konsumen ke facebook | admin | 4.5