Mengenali jenis investasi dan risikonya

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Mengenali jenis investasi dan risikonya – Pertanyaan standar yang paling sering diajukan dari seseorang yang ingin mendirikan usaha adalah :
  • Berapa modal (baca: uang tunai) yang diperlukan untuk memulai usaha ?
Jawabnya singkat dan padat, namun akan semakin membingungkan orang yang bertanya tersebut :
  • Modal nyaris NOL, apabila anda bisa “meyakinkan” seseorang untuk menjadi investor di bisnis anda.
  • Modal menjadi TAK TERHINGGA, apabila anda ingin memulai bisnis yang diinginkan dengan skala besar.
Sebelum memutuskan mendirikan usaha termasuk sablon kaos, sebaiknya mengenali jenis- jenis Investasi berikut tingkat risiko yang kemungkinan akan dialami. Silakan simak sharing di bawah ini.

jenis investasi
Mayoritas individu mempunyai keinginan untuk investasi dalam beragam wahana yang tersedia di muka bumi ini, dari jenis Investasi yang sederhana sampai Investasi yang rumit pengelolaannya. Tingkat imbal hasil Investasi berbanding lurus dengan tingkat risikonya. Artinya, Investasi yang sederhana, mudah dan aman pasti akan menghasilkan imbal jasa yang kecil. Investasi yang rumit dengan tingkat risiko yang tinggi, akan menghasilkan imbal jasa yang besar.
Investasi yang sederhana tidak memerlukan keterampilan khusus dari individu pemilik dana, sehingga jenis investasi ini dapat dilakukan oleh setiap individu. Sedangkan beberapa jenis Investasi memerlukan keterampilan khusus yang “dapat dipelajari” dengan bersedia meluangkan waktu untuk belajar.
Contoh Investasi yang sederhana dan aman adalah Tabungan atau Deposito di Bank, prosesnya sederhana dan risiko kecil, namun imbal jasa yang diperoleh termasuk kecil, bahkan tidak sepadan dengan laju inflasi. Artinya nilai investasi akan tergerus dengan tingkat inflasi yang lebih besar dari tingkat suku bunga.
Berita bagusnya, seiring dengan meningkatnya teknologi dan arus informasi, khususnya pengetahuan tentang  Investasi, saat ini banyak masyarakat mulai melirik wahana untuk investasi berupa : Bisnis.Berita buruknya, masyarakat enggan untuk belajar seluk bisnis, enggan “investasi waktu” untuk belajar mengasah mindset (pola pikir) sebagai Pengusaha, inginnya serba instan untuk sukses.
Mungkin karena berasumsi mempunyai dana yang cukup untuk investasi bisnis yang diinginkan, sehingga berpola dan berasumsi seperti saat berinvestasi di Tabungan/Deposito, yakni pergi ke Bank, mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening tabungan/Deposito, dan setiap bulan terima hasil bunga Tabungan/Deposito. Pokoknya instan dan maknyusss… hehehe…
Yang perlu dipahami adalah, beda wahana investasi pasti berbeda pengelolaannya, berbeda pula hasil dan risikonya.
Memulai bisnis dari skala kecil merupakan langkah cerdas, karena anda sudah berani investasi waktu, untuk belajar mengasah mindset Pengusaha, yang berbeda dengan mindset Karyawan. Sekaligus anda belajar mengelola risiko bisnis dari skala kecil.
Bonusnya, proses tersebut akan membuat anda semakin terampil dalam mengelola bisnis. Dan ketika anda terampil mengelola bisnis, sehingga bisnis berkempang pesat, maka bersiaplah menyambut kedatangan para Investor yang  akan berebut ingin menanam investasi di bisnis anda.
Artinya anda dapat membesarkan bisnis anda nyaris tanpa modal, karena modal sudah dicukupi dana dari para Investor. Isn’t that interesting ??
Selamat memulai bisnis dari skala kecil. Salam wirausaha Indonesia.
*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Mengenali jenis investasi dan risikonya | admin | 4.5