Budaya perusahaan

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Budaya perusahaan (corporate culture) – Dalam artikel kali ini akan kita bahas tentang budaya perusahaan atau sering disebut kultur bisnis merupakan salah satu pilar utama untuk membangun kelestarian bisnis. Mengukur suatu bisnis tidak semata pada “ukuran” atau tingkat keuntungannya saja, tetapi juga perlu diperhatikan seberapa besar manfaat perusahaan tersebut yang diberikan kepada publik atau masyarakat termasuk juga untuk usaha sablon manual. Banyak perusahaan Nasional yang mengalami laju tumbuh yang signifikan dalam dekade terakhir. Hal tersebut sangat mungkin terjadi sebagai  buah dari proses bisnis yang panjang, serta mengedepankan aspek kultur bisnis dan etika. Kultur bisnis yang dilandasi dengan kebijakan memandang tinggi karyawan, tanggung jawab, etika dan integritas.
Esensinya adalah manusia sebagai pemegang peran sentral roda bisnis, bukan hanya dilihat dari segi kompetensinya saja, melainkan juga pada nilai-nilai positif manusia atau karyawan tersebut. Manusia pemegang peran terbesar dalam proses bisnis, pembuat, pelaku strategi, serta pembangun sistem suatu perusahaan. Manusia pula sebagai perumus strategi, pemilik infrastruktur dan manajemen pengetahuan. 
Seorang pemilik bisnis yang ingin sukses harus “menyentuh” aspek manusia ini dengan cerdas dan arif. Namun dibalik aspek-aspek tersbut, manusia harus punya nilai luhur, sebab ia menjadi “pusat” dari apa pun.Seorang manusia tidak sekadar mesti punya kompetensi, tetapi juga memiliki spiritual yang baik. Aspek spiritual tersebut yang menjadi landasan perusahaan. Dan aspek spiritual ini pula yang kemudian diisi dengan kompetensi sehingga menjadi dinamis.
Kombinasi spiritual dan kompetensi akan melahirkan kreativitas dan inovasi yang spektakuler,sebab karyawan bekerja dengan kenyamanan, ketenteraman dan kebahagiaan. Pada ujung nya perusahaan maju pesat dan mempunyai kinerja bagus. Perlu dipahami, bahwa mengelola karyawan bukan hanya sekadar memberikan imbal jasa (gaji) yang cukup, serta mematuhi aturan Pemerintah tentang besaran Upah Minimum Propinsi (UMP).
Faktor penting mengelola karyawan justru terletak pada pendekatan yang dilandasi “empati” dan “hati” dari pemilik bisnis. Yang pada intinya adalah “memanusiakan” karyawan sebagai “manusia”, bukan sekadar “mesin” perusahaan.
Selamat membangun budaya perusahaan.
*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten
Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Budaya perusahaan | admin | 4.5