Bagaimana cara karyawan membangun bisnis

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Bagaimana cara karyawan membangun bisnis ? Kewirausahaan merupakan fenomena baru yang banyak dibicarakan masyarakat saat ini, dan sudah banyak yang melakukannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga agar lebih sejahtera dan bahagia. Pertanyaanya, bagaimana anda harus memulainya? Apabila anda memang berniat untuk hidup berkelimpahan, anda mesti segera belajar ‘berani’ untuk mengambil inisiatif, inovatif dan kreatif. Anda harus mulai berani menunda kepuasan, mulai hidup sedikit bersusah payah, serta berani mempromosikan dan menampilkan ide anda. Termasuk dalam hal sablon manual.
membangun bisnis

Sejak dilahirkan, setiap orang memiliki keberanian, kreativitas, dan inisiatif. Kemampuan dan sifat alamiah sejak lahir tersebut tinggal dilatih untuk dimunculkan, agar bisa untuk bekerja secara optimal, yakni sebagai karakter utama seorang wirausaha. Ibarat bayi yang sedang belajar berjalan, ia selalu bangkit setiap kali tersandung. Dan pada waktunya bayi tersebut bisa berjalan dengan baik dan jarang tersandung lagi. Kemampuan alamiah yang dimiliki setiap bayi, dan bayi tersebut berhasil berjalan tanpa harus mengikuti workshop atau seminar “bagaimana cara berjalan”. Jangan biarkan pakem atau nilai atau peraturan masyarakat yang sering membelenggu kreativitas anda sebagai manusia.

Modal awal seorang wirausaha adalah berani, berani memiliki visi yang hebat, sehingga dapat menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya, serta menjadi roh dan budaya perusahaan yang dikelolanya.
Wirausaha harus berani mencoba inovasi baru yang penuh tantangan. Keberanian tersebut akan melatih spirit ketegaran, keuletan dan ketekunan, sehingga tidak ada rasa takut dengan kerugian atau kegagalan yang mungkin akan terjadi. Risiko bisnis sudah dikemas dan dikondisikan agar terukur dengan kemampuannya.
Apabila saat ini anda masih menjalani profesi Karyawan dan ingin menjadi Wirausaha, berikut kiat praktis untuk mengaktualisasikan keinginan anda tersebut.
Pilihlah jenis usaha yang tidak menuntut perhatian full time. Optimalkan teknologi komunikasi dan informasi yang canggih saat ini, agar anda bisa mengelola waktu dengan baik, serta pengendalian bisnis dapat dilakukan dengan baik dan cepat. Usahakan lokasi bisnis anda berada di dekat tempat kerja, sehingga intensitas kehadiran anda akan membantu perkembangan bisnis tersebut.
Perlu dicermati kemungkinan bantuan dari istri/suami yang berada di rumah, hal ini akan  menjadi sumber daya pengendalian usaha yang sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis. Sekaligus sebagai wahana belajar seluk beluk bermitra (partnership) dalam bisnis.
Apabila ada indikasi bisnis kurang berkembang karena anda tidak bisa full time, anda harus memberikan alokasi waktu yang lebih banyak. Usahakan setiap akhir pekan untuk lebih intens mengurus bisnis. Bahkan apabila memungkinkan, ambil cuti satu atau dua hari untuk mengurus dan menyelesaikan problem bisnis yang tengah dihadapi.
Menunda kesenangan di hari libur akhir pekan merupakan konsekuensi logis ketika posisi kaki anda berada di dua kapal, yaitu kaki kiri di perusahaan tempat kerja anda, dan kaki kanan di bisnis baru anda.
Setelah bisnis anda berkembang dengan baik dan membutuhkan perhatian anda lebih banyak, tiba saatnya anda harus mengajukan resign (pengunduran diri) dari Perusahaan anda bekerja dengan sopan. Sampaikan kepada atasan dan kolega anda, bahwa anda keluar karena alasan keluarga dan untuk mengembangkan bisnis. Silahkan tinggalkan kartu nama dan kesan yang baik kepada teman dan perusahaan. Hal ini bermanfaat untuk menjaga dan menciptakan jaringan yang sangat diperlukan untuk pengembangan bisnis anda.
*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Bagaimana cara karyawan membangun bisnis | admin | 4.5