Jenis-jenis pajak pengusaha

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Salah satu hal yang sering membuat pusing pengusaha adalah masalah pajak, karena  pengusaha harus mengetahui seluk beluk pajak yang berkaitan dengan usahanya. Meskipun pajak merupakan suatu kewajiban, urusan yang satu ini tergolong ribet alias memusingkan. Hal-hal penting yang harus dipahami tentang pajak ketika anda akan membuka usaha adalah :

Pengusaha, sebagai pribadi, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Jenis perusahaan yang akan dilakoni, berbentuk perusahaan Perorangan (UD, PD) atau Badan (CV, Fa, PT). Apabila berbentuk perusahaan Perorangan, NPWP yang dipakai adalah NPWP Pribadi. Apabila berbentuk Badan, mesti memiliki NPWP Badan.
Membuat Pembukuan, yang berisi catatan tentang jumlah Aset (Harta) yang anda miliki, jumlah Utang yang menjadi kewajiban anda, jumlah Modal yang sudah anda keluarkan untuk usaha, Pendapatan (Penjualan) yang anda terima, serta Biaya yang anda keluarkan. Ringkasan atas catatan pembukuan tersebut lazim disebut Laporan Keuangan, yang terdiri dari Neraca dan Perhitungan Laba Rugi.
Batasan Pengusaha Kecil adalah apabila omzet perusahaan kurang dari Rp 600 juta per tahun (Rp 50 juta per bulan atau sekitar Rp 1,6 juta per hari).
Apabila perusahaan mempunyai omzet Rp 600 juta atau lebih per tahun, pengusaha diwajibkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP). Ini berlaku baik untuk usaha Perorangan maupun usaha Badan. Pengukuhan sebagai PKP dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setelah pengusaha mengajukan permohonan pengukuhan dan pernyataan secara tertulis.
Jenis kewajiban pajak bagi pengusaha PKP : Pajak Penghasilan Pribadi (PPH pasal 25 Pribadi), PPH Badan (untuk usaha Badan), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), memungut dan menyetor ke Kas Negara PPH pasal 21 (pajak penghasilan Karyawan yang bekerja di perusahaan), dan pajak lainnya yang ditentukan oleh Undang Undang Pajak.
Tarif lapisan penghasilan kena pajak untuk Pribadi :
Sampai dengan Rp 25 juta -> 5% ;  Di atas Rp 25 juta s/d Rp 50 juta -> 10% ; Di atas Rp 50 juta s/d Rp 100 juta ->: 15% ; Di atas Rp 100 juta s/d Rp 200 juta -> 25% ; Di atas Rp 200 juta -> 35%.
Tarif lapisan penghasilan kena pajak untuk Badan :
Sampai dengan Rp 50 juta -> 10% ;  Di atas Rp 50 juta s/d Rp 100 juta -> 15% ; Di atas Rp 100 juta -> 30%
Catatan :
Yang dimaksud dengan Pajak Penghasilan (PPH) adalah pajak yang dikenakan kepada orang Pribadi atau Badan Usaha atas penghasilan yang didapat dalam satu tahun.
Penghasilan yang dikenakan pajak adalah setelah dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Besaran PTKP dalam setahun ditentukan oleh Peraturan Perpajakan yang berlaku, serta unsur pengurang lainnya yang ditentukan oleh Undang Undang Pajak.
*) Penulis Bambang Triwoko owner BETIGA Klaten
Semoga artikel ini bermanfaat, baca juga artikel penting lainnya melalui link dibawah ini,
Belajar sablon kaos di facebook

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Jenis-jenis pajak pengusaha | admin | 4.5