Merekrut Karyawan dan menciptakan kerja sama tim

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Ketika bisnis berkembang, tiba saatnya merekrut karyawan baru, agar kinerja dan pertumbuhan perusahaan dapat terjaga dengan baik. Menjaring karyawan baru bisa dengan beragam cara, antara lain : menyebar informasi lowongan pekerjaan di wilayah sekitar lokasi usaha Perusahaan, melalui Karyawan Tetap untuk merekomendasikan orang-orang yang dikenalnya, memasang iklan di surat kabar, Perusahaan penyedia tenaga kerja, Lembaga Pendidikan, Organisasi Buruh, dan sebagainya.
Tujuan utama dari proses perekrutan dan seleksi karyawan adalah untuk mendapatkan orang yang tepat di bidangnya. Harapannya, karyawan tersebut mampu bekerja secara optimal.
Memang, kedengarannya sederhana dan cukup simpel. Namun sejatinya proses tersebut cukup kompleks, memakan waktu lama dan biaya yang dikeluarkan cukup besar. Sudah begitu, tidak ada jaminan pasti, bahwa si calon karyawan tersebut benar-benar sesuai dengan keinginan si pengusaha. Apa saja yang perlu diperhatikan soal kualifikasi karyawan ? Jawaban bisa beragam, tergantung jenis perusahaannya (produksi atau jasa).
Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan pada saat merekrut karyawan :
  • Karakter : jujur, loyal, serta mau belajar hal-hal baru yang mendukung karirnya
  • Ketrampilan : mempunyai keahlian yang spesifik dalam bidang tertentu
  • Prestasi akademis : mencerminkan kecerdasan dan inisiatif yang dimiliki karyawan
  • Pengalaman kerja : relatif mudah beradaptasi dan memahami tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
  • Sistem imbal jasa yang wajar (gaji pokok, tunjangan, dll) dan  tidak menyalahi Perundangan yang berlaku, sekaligus tidak terlalu membebani finansial Perusahaan
Setelah proses perekrutan selesai, dilanjutkan dengan proses pelatihan karyawan. Tujuannya untuk mengenalkan dan memahamkan karyawan baru terhadap bidang yang akan mereka jalani.
Masa pelatihan bisa disebut sebagai masa magang karyawan, atau bisa juga sebagai masa kontrak sebelum diangkat menjadi Karyawan Tetap.
Pelatihan ini bisa dipakai sebagai titik awal untuk menilai kinerja karyawan baru, kemudian dibuat evaluasi  setiap periode tertentu.

Evaluasi mencakup aspek-aspek : perilaku, tanggung jawab, apresiasi terhadap pekerjaan, kerja sama tim, absensi dan kompetensi karyawan tersebut. Merekrut karyawan memang tidak gampang, karena menyangkut karakteristik manusia, yakni masing-masing individu memiliki karakter yang berbeda. Hambatan dalam mengelola Karyawan, mengenali berbagai sistem remunerasi, serta komponen imbal jasa karyawan akan disajikan dalam artikel terpisah

*) Ditulis oleh Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten 

Tentang mitra usaha sablon kaos

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Merekrut Karyawan dan menciptakan kerja sama tim | admin | 4.5