Mendongkrak penjualan dengan kreatif

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Membangun bisnis sendiri ibarat membangun rumah. Kita tidak cukup hanya menyiapkan uang, membuat perencanaan, membangun, lalu selesai. Setelah rumah jadi, kita masih harus memelihara, memperbaiki, dan merawatnya ; sehingga rumah semakin indah dan nyaman ditempati.Membangun bisnispun begitu. Setelah perusahaan berdiri, kita harus mengelola dengan serius agar senantiasa menguntungkan. Untuk semakin sukses, kita mesti berikhtiar dengan kreatif agar keuntungan tersebut membesar.

Salah satu upaya paling lazim untuk memperbesar keuntungan dalam bisnis adalah dengan cara meningkatkan penjualan. Melakukan efisiensi biaya, apabila memang memungkinkan, juga bisa meningkatkan keuntungan. Disarankan, efisiensi biaya dilakukan sejak bisnis didirikan, bukan strategi yang dilakukan di tengah perjalanan bisnis.
Beragam strategi mendongkrak penjualan dapat diperoleh dari bermacam-macam sumber, antara lain : buku-buku pemasaran, artikel di media masa, website dan blog yang mengupas tentang pemasaran, seminar marketing, dan seterusnya. Anda juga bisa bereksperimen strategi pemasaran kreasi sendiri yang terbukti ampuh mendongkrak penjualan.
Aspek-aspek yang perlu dicermati utuk meningkatkan penjualan :
  • Pengusaha harus kompeten di bidangnya. Misalnya usaha warung makan, masakan yang dijual mempunyai cita rasa lezat dan bikin ketagihan pelanggan. Usaha bengkel sepeda motor, mesti mempunyai mekanik yang piawai mengoprek mesin.
  • Pengusaha mesti bersedia menjalin hubungan baik dengan konsumen. Pelanggan loyal akan menjadi promotor hebat untuk produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan kita. Promosi secara “getok tular” (dari mulut ke mulut) sudah terbukti ampuh dalam mendongkrak penjualan.
  • Memberikan kemudahan akses informasi kepada pelanggan, yakni mengoptimalkan media komunikasi (Telepon, SMS, Blackberry), media sosial di Internet (Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Yahoo! Messenger, Blog, Website, dll).
  • Menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakter dan kebiasaan konsumen yang kita bidik (segmentasi), misalnya lokasi usaha fotocopy pasti berbeda dengan lokasi usaha salon kecantikan.
  • Hindari strategi menurunkan harga jual untuk meningkatkan penjualan, apalagi ikut “perang harga” di pasar. Harga tidak bisa mempengaruhi konsumen untuk membeli. Konsumen memiliki pilihan atau preferensi masing-masing di benaknya.
Apabila ingin menggunakan strategi harga jual untuk mendongkrak penjualan, anda bisa memberian diskon atau voucher kepada pelanggan.
Diskon merupakan insentif kepada konsumen dengan cara memberi potongan harga dari jumlah pembelian tertentu dalam jangka waktu yang tertentu. Strategi diskon harga jual juga dapat diterapkan untuk memperlancar pembayaran, yakni diberikan kepada pelanggan yang membayar lebih awal, sehingga perputaran uang lebih cepat.
Voucher (kupon) merupakan bentuk lain dari diskon. Pemberian voucher bersifat khusus dan emosional, berbeda dengan diskon yang berlaku umum untuk semua pembeli. Sedangkan voucher diberikan kepada target pelanggan yang prospektif dan potensial.
Bentuk voucher bisa bersifat hadiah barang atau produk silang, yakni mengenalkan produk lain yang belum dikenal oleh konsumen.
Besarnya diskon atau voucher harus dihitung dari struktur biaya. Misalnya, usaha bengkel sepeda motor, setelah service lima kali, pelanggan diberikan diskon atau voucher sekali service gratis. Biaya service gratis tersebut dihitung dari penyisihan keuntungan selama service regular.

*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten

Kapan balik modal

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Mendongkrak penjualan dengan kreatif | admin | 4.5