Menggali modal usaha

Advertisement
tempat-jual-pola-kaos-distro-murah-oblong-dan-polos
Filosofi wirausaha: ‘Modal’ utama untuk memulai usaha adalah melihat ‘potensi diri sendiri’, karena modal sesungguhnya bagi pengusaha baru adalah MENTAL untuk ‘memulai usaha dari tingkat paling bawah’.

Perlu digaris bawahi, bahwa budaya ‘sukses secara instan’ dan tidak mau menjalani proses bisnis dari tingkat paling bawah, kelak akan menjadi ‘hambatan serius’ dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa sekecil apapun modal uang diperlukan untuk memulai bisnis. Namun, modal uang bukan segalanya.
Sikap, pengetahuan dan pengalaman kerja bisa menjadi modal berharga. Kalaupun terpaksa memerlukan modal tambahan di awal memulai usaha, carilah modal uang dari lingkungan terdekat.
Pertanyaan yang sering diajukan untuk memulai bisnis: Berapa besar modal usaha yang harus dialokasikan ? Apakah prioritas utama penggunaan tabungan yang dimiliki, untuk biaya hidup atau untuk modal usaha ?
Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, besar kecilnya modal usaha yang diperlukan relatif, karena situasi dan kondisi finansial, juga latar belakang masing-masing individu berbeda (karyawan, pensiunan, ibu rumah tangga, mahasiswa, fresh graduate, dll).
Hal-hal penting seputar modal usaha yang perlu diperhatikan :
  • Memulai usaha dari tingkat paling bawah, yang relatif tidak banyak memerlukan modal uang. Dan ketika mengalami hambatan atau kegagalan usaha, dapat segera bangkit lagi dengan suntikan modal baru yang masih anda miliki.
  • Dianjurkan tidak menggunakan seluruh Tabungan untuk memulai usaha, karena anda harus mempunyai Cadangan dana untuk menopang pengeluaran rutin bulanan anda selama beberapa bulan. Perlu dipahami, memulai usaha tidak bisa langsung melejit di bulan pertama seperti yang anda bayangkan sebelumnya. Asumsikan, bahwa usaha yang anda rintis baru bisa menghasilkan dalam waktu enam bulan sampai satu tahun.
  • Fokuskan dana modal usaha yang sudah dialokasikan untuk pendanaan usaha yang produktif dan segera menghasilkan arus kas positif ( misal : pembelian barang dagangan), agar kesinambungan dan pertumbuhan usaha dapat terjaga dengan baik.
  • Di awal usaha, hindari penggunaan dana modal untuk hal-hal yang kurang penting, misalnya mendandani fisik toko atau kios secara berlebihan, sehingga menguras dana modal usaha.
  • Begitu pula dalam merekrut karyawan yang diperlukan di awal usaha, utamakan untuk merekrut karyawan yang menopang Penjualan (Marketing) dan Operasional (Produksi). Sedangkan untuk Administrasi dan Keuangan dapat anda kerjakan sendiri.
  • Salah satu pilihan untuk mengatasi modal usaha adalah menggandeng mitra usaha. Tawarkan peluang usaha yang ingin anda rintis tersebut kepada lingkungan internal anda, misalkan keluarga atau teman akrab, yang relatif sudah mengenal anda dengan baik. Mereka bisa menjadi mitra aktif atau hanya sebagai sleeping partner (mitra yang hanya berpartisipasi modal usaha saja). Konsekuensinya, anda harus mau berbagi keuntungan dengan mitra usaha tersebut.
  • Hindari menggunakan modal usaha dari luar (misal : aneka kredit perbankan) untuk memulai usaha, karena biaya yang anda keluarkan untuk pendanaan tersebut akan menghambat pertumbuhan bisnis yang sedang anda rintis. Kelak setelah bisnis anda berkembang, silakan menggunakan pendanaan dari perbankan sebagai daya ungkit (leverage), agar usaha bisnis anda lebih melejit dan menggurita.
*) Penulis Bambang Triwoko Owner BETIGA Klaten

Baca juga artikel saya tentang apa ide usaha Anda, jika tertarik silahkan anda klik pada tulisan berikut ini,

Apa ide usaha Anda

Artikel sablon kaos terkait:

Advertisement
tempat-kursus-jahit-kaos-distro-jogja-private-murah-di-margo

Sponsored Link:

loading...
Menggali modal usaha | admin | 4.5